Minggu, 25 April 2010

Curahan Hati Fotografer Amatiran

nekad adalah nama tengahku, aku seorang fotografer amatiran
sebuah spanduk iklan kompetisi foto mengganggu mataku
nekad adalah nama tengahku, aku pun mendaftar acara itu

saat hari kompetisi tiba, aku terlambat bangun terlambat tiba
kategori kompetisi foto terdiri dari dua: landscape & housing
nekad adalah nama tengahku, aku pun mengikuti keduanya

pukul sepuluh, acara hunting foto dimulai
pukul setengah satu, acara hunting foto selesai
pukul tiga, aku menguap mengantuk namun juri masih berembuk
pukul empat, aku mengambil tas hendak pulang saja
pukul empat lebih lima menit, aku berpapasan dengan juri
pukul empat lebih tujuh menit, aku kembali duduk manis

juri kompetisi menampilkan sepuluh foto finalis seluruh kategori
jantungku seakan berhenti berdetak, foto hasil karyaku ada di sana
saat pengumuman pemenang kategori housing, namaku disebut sebagai juara pertama
nekad adalah nama tengahku, aku tidak percaya pada pendengaranku

saat harus naik ke atas panggung, ternyata aku menjadi satu-satunya pemenang wanita
nekad adalah nama tengahku, dan aku bersyukur akan kenekadanku.....




Majalah Digital Camera Indonesia volume 12/2010, hal: 32-33
Foto hasil karya phendrani

Minggu, 11 April 2010

Keindahan Flores

Pulau Flores yang terletak di wilayah Indonesia bagian tengah memiliki kekayaan alam yang menawan hati, seperti: hamparan padi di daerah Lembor, peninggalan jaman Megalitikum di kampung adat Bena, danau tiga warna Kelimutu dan hasil perikanan yang melimpah di kota Larantuka. Sebuah anugerah Tuhan yang harus disyukuri bahwa saya mendapat kesempatan berkunjung ke pulau indah yang didiami penduduk yang ramah ini.
Berikut adalah beberapa foto yang merekam keindahan pulau bernama: FLORES.....

Di antara perbukitan dan hamparan padi @Lembor....


Anak Ingusan


Kampung Adat Bena, Kabupaten Ngada


Wanita Kampung Adat Bena


Danau Tiga Warna, Kelimutu


Situs bekas rumah pengasingan Bung Karno di kota Ende


Patung Bunda Maria di atas bukit, menghadap kota Maumere

Sabtu, 10 April 2010

Semana Santa

Sebuah surat elektronik dengan status belum terbaca tersimpan di dalam inbox, setelah saya buka ternyata email tersebut dikirim oleh seorang sahabat yang saat ini bermukim di USA. Isi surat elektronik itu adalah ajakan untuk mengikuti acara Semana Santa di pulau Flores, dan di akhir suratnya sahabat saya itu pun menambahkan: kalau tidak tahu arti Semana Santa, googling saja..... Wah, sepertinya dia bisa menebak bahwa saya tidak punya bayangan sama sekali mengenai arti Semana Santa. Dan saya pun patut mengucapkan terima kasih kepada Oom google, sebab lewat website-nya saya menemukan informasi mengenai acara tersebut. Semana Santa merupakan rangkaian acara pekan suci Paskah yang dilaksanakan di kota Larantuka, sebuah acara yang diadopsi dari budaya bangsa Portugis yang pernah menjajah pulau Flores. Tahun 2010 merupakan tahun istimewa sebab acara tersebut memasuki tahun penyelenggaraan ke-500.

Surat elektronik tersebut dikirimkan di akhir bulan Februari dan Semana Santa akan dilaksanakan pada awal bulan April. Sebagai seorang sahabat yang baik, jelas saya tidak bisa menolak permintaan mengikuti prosesi unik tersebut, apalagi sahabat saya itu akan datang jauh-jauh dari USA menuju Pulau Flores, sementara saya yang berada di Jakarta mengapa harus berpikir ribuan kali? Kemudian bagaimana kelanjutan rencana petualangan kami? Jelas sekali: gedebak-gedebruk....tiket pesawat dalam antrian, jawaban staff hotel-hotel di Larantuka: kamar kosong? mimpi kali ye... (akibat konfirmasi kedatangan 10.000 orang peziarah yang akan ikut acara)...dan yang paling penting saya belum mendapatkan ijin kabur dari kantor alias permit cuti dari bos....oh lala....Namun hal tersebut tidak menyulutkan semangat kami, setelah satu persatu masalah tersebut dapat kami selesaikan, dan mempersiapkan diri dengan meminum pil anti malaria seminggu sebelum keberangkatan, akhirnya kami dapat berangkat ke pulau Flores. Rombongan kami terdiri dari saya beserta Kaka dan Sule, kami bertiga telah bersahabat sejak kuliah, dan tante Christine, ibunda dari Kaka yang menurut saya memiliki stamina mengagumkan karena di usia pertengahan 50 bersedia ikut dalam perjalanan ini.

Perjalanan dimulai dari kota Labuan bajo yang terletak di Flores bagian paling barat, dengan mobil sewaan beserta supir menuju kota Larantuka yang terletak di Flores bagian paling timur. Perjalanan kami pun ditempuh dalam 5 hari dengan berhenti untuk menginap di kota Ruteng, Bajawa, Moni, dan Maumere. Kami sampai di kota Larantuka pada hari Rabu, dan karena kamar hotel penuh, kami menghabiskan satu malam di biara susteran Congregatio Imitationis Jesu (Serikat Pengikut Yesus). Akses masuk kota Larantuka ditutup pada hari Kamis pekan suci, untuk menjaga agar acara pekan suci tersebut berjalan dengan hikmad tanpa gangguan, sementara di dalam kota Larantuka, telah berkumpul sedikitnya 10.000 orang yang datang untuk melihat dan mengikuti acara tersebut.
Pekan suci menyambut Paskah di Larantuka dimulai dengan Rabu Trewa , acara tersebut berisi lamentasi atau nyanyian ratapan yang diadakan di gereja. Keesokan harinya, diadakan penghormatan kepada patung Tuan Berdiri (simbol Yesus Kristus yang disiksa) dan Tuan Tido (simbol Yesus Kristus yang terbaring di peti mati setelah disalib).

Penghormatan simbol-simbol duka cita ini dilakukan di pulau Adonara (berjarak 10 menit dari kota Larantuka dengan perahu mesin). Pada malam harinya diadakan misa Kamis Putih untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus Kristus dengan para muridnya.

Hari Jumat Agung, merupakan hari tersibuk dan melelahkan bagi para peziarah, sebab beberapa acara penting akan diadakan pada hari ini. Di pagi hari, diadakan penghormatan kepada patung Tuan Ma (simbol Bunda Maria yang berduka) dan Tuan Ana (simbol Yesus Kristus yang mati disalib) diadakan di gereja Tuan Ma dan gereja Tuan Ana.

Gereja Tuan Ana


Penghormatan kepada Tuan Ana


Gereja Tuan Ma


Penghormatan kepada Tuan Ma

Kemudian pada siang harinya diadakan prosesi menghantar Tuan Menino (simbol kanak-kanak Yesus) melalui perahu yang digerakkan dengan menggunakan kayuh oleh 3 orang laki-laki berpakaian hitam, diikuti oleh puluhan perahu mesin baik yang besar maupun kecil yang disesaki oleh para peziarah.




Terus terang, hati saya tersentuh saat melihat prosesi ini, sebab begitu besar semangat para pendayung perahu yang membawa Tuan Menino di tengah laut melawan ombak.

Di sore hari pada hari Jumat tersebut, diadakan misa Jumat Agung bertempat di Katedral Reinha Rosari dan setelah itu diadakan lamentasi untuk memulai prosesi menghantar Tuan Ma dan Tuan Ana mengelilingi kota Larantuka. Prosesi tersebut dimulai pada pukul 21.00 s/d 2.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah. Suasana khidmad meliputi hati para peziarah saat prosesi perarakan tersebut berlangsung, lilin-lilin diletakan di sekeliling jalan perarakan dan penduduk yang tinggal di sekitar lokasi perarakan turut ambil bagian dalam prosesi ini dengan membuka semua pintu serta jendela rumah dan meletakkan lukisan Yesus Kristus maupun salib di halaman depan rumah.


Acara Semana Santa masih berlangsung, pada saat saya dan teman-teman meninggalkan Larantuka pada pukul 00.30 pagi hari, sebab kami harus berangkat menuju kota Maumere yang akan ditempuh dalam waktu 3 jam, untuk mengejar pesawat dengan jadwal take off pada pukul 07.15, pesawat tersebut akan membawa kami kembali ke pulau Jawa. Walaupun tidak mengikuti upacara ini sampai akhir, namun saya sangat terkesan dengan proses inkulturasi yang terjadi di Larantuka. Acara Semana Santa merupakan proses inkulturasi budaya Portugis dengan budaya asli orang Nagi (sebutan penduduk asli kota Larantuka) dan tradisi gereja Katolik. Inkulturasi ini membuat kota Larantuka menjadi istimewa, walaupun hanya sekali dalam setahun dipenuhi oleh para peziarah.

Rabu, 03 Maret 2010

Tanpa Ide

Sekali lagi, saya mendapati diri sedang termenung di depan layar komputer, tanpa ide di kepala, tanpa peristiwa menarik yang dapat diceritakan. Sebenarnya saya tidak mempunyai keharusan untuk menulis di dalam blog ini, sebab saya bukan seorang penulis buku apalagi wartawan perang, saya hanyalah seorang manusia biasa. Kegiatan menulis, hmm, mungkin lebih tepat disebut kegiatan mengetik di komputer, saya mulai sejak tahun 2005. Sehingga apabila ada yang berpendapat bahwa saya mampu membuat tulisan sejak masa kanak-kanak, wah pendapat itu sangat salah, salah, salah, sebab di jaman dahulu kala, apabila guru Bahasa Indonesia memberikan tugas menulis puisi, keringat dingin akan segera memenuhi jidat saya yang lebar dan puisi pada akhirnya dapat diselesaikan dengan hiasan coretan di seantero kertas, urek-urek orang Jawa bilang, sungguh menyiksa.

Namun semenjak tahun 2005, keengganan saya dalam hal tulis-menulis ini berubah total, saat dengan tiba-tiba saya sadar mempunyai beberapa cerita menarik yang pernah dialami sendiri ataupun memperoleh inspirasi menarik dari aktivitas membaca koran di pagi hari sambil ditemani segelas kopi cappuccino, yup, style bapak-bapak begitu deh. Inspirasi dan pengalaman menarik tersebut seringkali ingin saya ceritakan kepada orang-orang yang ada disekitar, namun kadangkala tanggapan mereka tidak sesuai dengan harapan saya, seperti: ketika saya sangat bersemangat bercerita mengenai sebuah peristiwa lucu, ternyata orang yang sedang saya ajak bicara tiba-tiba menangis. Setelah saya amati lebih seksama, ternyata orang tersebut sedang mengiris bawang bombay dan tidak kuasa menahan airmata mengalir turun ke pipinya...hmm memang sih, saat itu dapur merupakan latar lokasi saya bercerita. Di lain waktu, saat saya sedang bercerita mengenai sebuah peristiwa sedih, teman yang sedang mendengarkan cerita tersebut tiba-tiba berteriak senang, sebab ia melihat aktor film pujaannya berjalan masuk ke dalam area food court tak jauh dari meja kami dan seketika itu ia tidak mempedulikan saya lagi, apalagi memperhatikan inti cerita saya. Huhuhuhu, sedih! Nah, untuk menghindari kesedihan akibat tidak dihiraukan dan menghadapi tanggapan para pendengar yang tidak sesuai dengan harapan saya, maka terbersitlah keinginan untuk membuat kumpulan tulisan cerita menarik tersebut ke dalam sebuah blog.

Pertama kali, blog yang saya buat berjudul Funky, dan lokasi blog tersebut masih bersifat lokal, alias hanya teman-teman terdekat saja yang dapat membacanya. Dan semenjak tahun 2008, saya terinspirasi oleh mantan pacar, hmm, sebenarnya agak berat juga mengakui hal ini, namun baiklah saya harus mengakui sumber inspirasi tersebut. Yup, saya terinspirasi untuk membuat blog dalam format global, alias semua orang dapat klik membuka dan membaca cerita saya. Sehingga dalam hal memilih judul blog ini, saya bersikap hati-hati, sebab judul harus singkat, padat makna dan menarik perhatian orang. Rasa frustasi sempat menghampiri sebab tidak juga menemukan nama yang cocok. Namun, di saat saya sedang melihat tumpukan VCD milik keponakan tercinta, kedua mata terbentur pada judul film animasi anak-anak yaitu: Finding Nemo. Film ini dapat dikatakan sebagai sebuah film yang menarik karena memiliki pesan moral yang baik, menyentuh hati dan gambar-gambarnya pun indah, sehingga saya memutuskan untuk menggunakan kata Finding, sepotong kata dari judul film tersebut dan digabungkan dengan kata Story sehingga terbentuklah nama blog yang saya pergunakan sampai saat ini: FindingStory.

Dengan blog ini, saya mengumpulkan dan menulis cerita, mulai dari cerita yang sangat konyol sampai cerita serius, mulai dari peristiwa yang terjadi sungguhan sampai peristiwa yang saya karang sendiri, namanya juga blog ini milik saya, maka pemiliknya punya hak dan kebebasan untuk menulis cerita mengenai apapun, bukan begitu bukan? Namun, walaupun begitu, saya selalu berharap pembaca blog ini dapat terhibur minimal sebuah senyum simpul tercetak di wajah. Dan salah satu harapan, mudah-mudahan saya selalu dapat menemukan cerita yang menarik untuk dapat dibagikan kepada Anda. Dengan kecanggihan teknologi internet, blog ini dapat diakses di manapun Anda berada, di dapur saat sedang memotong bawang bombay? di cafe sambil menyeruput secangkir kopi panas? di ruang tunggu dokter sambil tangan Anda memegangi pipi yang bengkak akibat sakit gigi? Harapan saya, semoga FindingStory dapat menghibur hati Anda. Bagaimana menurut Anda?...............halo? hmm...tidak ada jawaban. Seringkali muncul pertanyaan dalam hati, kira-kira blog ini ada yang baca atau tidak sih? Huhuhuhu, sedih! Anyways, walaupun tanpa ide, saya tetap berusaha menyelesaikan tulisan ini dan mudah-mudahan dapat membuat Anda tersenyum......cheers!

Minggu, 10 Januari 2010

Diam dalam Sepi


















Sepi dan sendiri aku duduk dalam diam,
Beberapa orang berjalan melewatiku, namun aku tak terlihat,
Beberapa kali aku tersenyum kepada mereka, namun aku tetap tak terlihat,
Apakah karena pakaianku yang lusuh?
Apakah karena tubuhku yang mungil?
Apakah karena gigiku yang sudah tidak lengkap lagi, sehingga senyumku tak ada artinya bagi mereka?
Aku ingin menyapa mereka, namun aku tak terlihat,
Aku ingin menawarkan makanan kepada mereka, namun aku tak terlihat,
Aku ingin menyapa mereka, namun mereka berbicara dalam bahasa yang tidak kumengerti,
Apakah yang harus aku lakukan?
Sepertinya aku hanya dapat menunggu datangnya seseorang yang melihat keberadaanku dan mau menerima senyumku.....

Ta Som. Siem Reap 2009

Minggu, 29 November 2009

Artificial Friend, No More!

Di awal bulan Desember 2009, penduduk Jakarta dikejutkan dengan berita meninggalnya 3 orang berusia muda akibat jatuh dari ketinggian, dan peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan di 3 pusat perbelanjaan mewah yang berbeda. Sebagai tambahan informasi yang lebih mengejutkan, mereka diketahui dengan sengaja menjatuhkan diri alias bunuh diri. Sebuah tindakan yang tidak pernah dilakukan secara spontan sebab berdasarkan penelitian di berbagai negara, tidak ada tindakan bunuh diri yang langsung dilaksanakan pada pikiran pertama, artinya, seseorang akan menimbang-nimbang terlebih dahulu sebelum benar-benar melaksanakan niatnya (Kompas, 13/12/2009, Hal.17).

Tindakan nekad mengakhiri hidup sendiri ini diduga sebagai akibat rasa putus asa menghadapi tekanan hidup yang berat ataupun menghadapi penyakit kronis yang tak tersembuhkan ataupun akibat putus cinta. Apakah mereka yang melakukan hal nekad tersebut tidak memiliki teman di kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikan sebagai tempat curahan hati? Sepertinya jawabannya adalah belum tentu, sebab mungkin saja para korban ini memiliki banyak teman namun hanya dapat dianggap sebagai artificial friend, alias orang-orang yang diketahui berteman hanya di permukaan atau basa-basi saja. Teman yang ada di saat mereka sedang berbahagia namun melarikan diri di saat mereka sedang sedih atau susah hati ataupun mereka dikelilingi oleh teman-teman yang tidak tulus mencintai sehingga di saat mereka mengalami depresi/frustasi/putus asa, mereka sulit menemukan orang untuk berbagi.

Menurut data riset kesehatan dasar tahun 2007 yang diadakan oleh Departemen Kesehatan RI, penderita yang mengalami depresi di wilayah Jakarta adalah 14,6 % populasi penduduk Indonesia, sebuah angka yang mengkhawatirkan, karena siapa tahu sebenarnya salah satu anggota keluarga kita ataupun salah satu teman kita termasuk di dalam kelompok orang yang sedang mengalami rasa depresi dan frustasi. Tingginya angka penderita depresi di Jakarta diakibatkan oleh besarnya tekanan hidup di kota metropolitan ini dan suasana individual yang semakin kental. Apakah yang dapat kita lakukan untuk menekan angka penderita depresi? Langkah terbaik yang dapat kita lakukan adalah: janganlah menutup mata/menutup telinga/menutup mulut apalagi menutup wajah kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, karena siapa tahu di sekitar kita terdapat penderita depresi yang sedang membutuhkan motivasi dan semangat untuk melanjutkan hidup. Selain itu kita pun sebaiknya memotivasi diri untuk mengembangkan sikap tulus dalam berteman dan memperhatikan orang lain, sehingga pada akhirnya akan diperoleh hasil: artificial friend, no more!!!

Sumber Tulisan: Saat Hidup Tidak Lagi Berarti, Lusiana & Yulia, Kompas 13/12/2009.
Photograph is taken by Alice Mulia

Sabtu, 24 Oktober 2009

Naik Roller Coaster?

Apakah Anda pernah naik wahana roller coaster? Jika jawaban pertanyaan itu adalah pernah, pastinya Anda mengetahui bahwa roller coaster merupakan wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus yang ditopang oleh rangka baja tersusun sedemikian rupa di atas permukaan tanah. Pada saat duduk di dalam kereta ini, pengunjung akan mengalami percepatan (perubahan kecepatan terhadap waktu) ketika bergerak turun dan perlambatan (kecepatan berkurang terhadap waktu) ketika bergerak naik. Perubahan kecepatan inilah yang menyebabkan permainan roller coaster disukai oleh pengunjung karena ketika berada di dalam kereta tersebut, pengunjung akan mengalami rasa kuatir, gembira dan takut pada saat bersamaan. Walaupun sebenarnya perasaan campur aduk itupun dapat dirasakan oleh manusia saat menjalani wahana yang lebih serius yaitu roller coaster kehidupan.

Dapat dikatakan sebagai roller coaster kehidupan karena pada saat menjalani kehidupannya, seringkali manusia mengalami peristiwa yang tidak dapat dimengerti olehnya dan perubahan di antara peristiwa yang satu dengan lainnya terjadi begitu cepat. Keadaan ini mirip dengan jalannya kereta di jalur roller coaster dimana pengunjung yang telah duduk di dalamnya tidak dapat menebak arah pergerakan kereta. Sebuah ilustrasi: di saat seorang manusia merayakan kegembiraannya mendapatkan hadiah undian sebuah mobil mewah, ia harus menerima kenyataaan beberapa jam kemudian bahwa salah seorang paman kesayangannya meninggal dunia akibat terkena serangan jantung saat memimpin rapat di kantornya. Dua kejadian ekstrem ini terjadi di saat yang hampir bersamaan, dan terjadi tiba-tiba tak terduga, sehingga manusia tersebut bingung mengenai reaksi yang harus diambilnya.

Peristiwa yang akan terjadi di dalam kehidupan manusia tidak dapat diprediksi ataupun dikendalikan, hal ini dapat membuat kita sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa dengan keterbatasan dan kekurangan. Sehingga dalam menghadapi perubahan peristiwa yang cepat itu, hal yang dapat dilakukan hanyalah mengatur reaksi kita, kemudian mendekatkan diri pada Tuhan, sehingga di saat mengalami kegembiraan, kita dapat bersyukur dan jauh dari kesombongan, kemudain sebaliknya bila mengalami kepahitan akibat peristiwa sedih di kehidupan ini, hanya Tuhan yang dapat memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat bangkit kembali.

So, Ladies and Gentlemen, please fasten your seat belt and enjoy the ride.....